Rabu, 30 Maret 2011

Memanfaatkan Waktu Sebaik-baiknya



(gambar diunduh dari http://nurani.kosmik.web.id)

Dalam kehidupan ini tidak ada yang absolute kecuali kekuasaan Allah SWT. Allah telah memberikan kesempatan hidup didunia ini kepada kita untuk bertakwa kepadaNya (melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya). Namun menurut saya saat ini berdasarakan realita kehidupan yang ada untuk bertakwa kepadaNya sangat sulit. Banyak orang yang lebih senang berhura-hura dari pada melakukan suatu kebaikan-kebaikan yang diajarkan oleh agama. Mayoritas orang tidak sadar bahwa kita hidup di dunia ini tidak lama dan hanya sementara.

Mayoritas orang tersebut adalah anak muda baik itu pemuda maupun pemudi. Sikap hedonisme dan konsumerisme membuat anak muda terbawa arus dan kadang lupa siapa jati diri mereka, namun juga tidak semua anak muda seperti itu, ada juga yang tetap jalan lurus tanpa tergoda oleh godaan-godaan yang ada dalam hidupnya. Hura-hura tanpa batas menjadi gambaran anak muda zaman sekarang, hal ini sangat menyedihkan. Hal ini bertolak belakang seharusnya dimana masa muda itu harus kita manfaatkan sebaik mungkin untuk belajar, berusaha dan bekerja keras untuk mencapai cita-cita.

Mereka (anak muda red.) tidak sadar akan waktu muda yang hanya sementara, hanya berpikir kesenangan sementara tanpa berpikir akan kemana arah hidup selanjutnya. Bagi mereka yang high class ataupun middle class mungkin sudah terjamin hidupnya oleh harta orang tua nya, dalam benak mereka mungkin berpikir akan hidup dari harta kedua orang tuanya, tapi apakah mereka pernah berpikir bahwa orang tua kita itu juga ada umur nya. Bagaimana jika tiba-tiba orang yang kita banggakan dan menjadi tumpuan keluarga tiba-tiba dipanggil Allah SWT. Jika hal seperti itu terjadi maka akan satu kata yang timbul yaitu “Penyesalan”. Penyesalan terhadap tindakan diri sendiri karena tidak memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Coba lah pada suatu saat kita lihat wajah kedua orang tua kita yang sedang tidur, lihatlah raut wajah mereka yang semakin tua dan lelah untuk mencari nafkah sehari-hari bagi kebaikan kita. Mereka tidak mengenal panas dan hujan untuk membuat kita bahagia dan mendapat pendidikan yang baik. Kebanggaan mereka (ayah dan ibu red.) bukan harta yang dihasilkan atas jerih payah keringat mereka, namun kebanggaan mereka hadir ketika anak-anaknya hidup sukses dalam hidup ini melebihi mereka. Mungkin hal seperti inilah yang harus masuk dalam pikiran anak muda, berpikir bagaimana jerih payah orang tua sehari-hari untuk membesarkan dan membahagiakan anak-anaknya.

Oleh karena itu selagi masih muda marilah kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dengan belajar, berusaha keras mencapai cita-cita dan kemudian dapat membuat bangga dan bahagia kedua orang tua. Jangan hanya selalu berhura-hura dan hanya menikmati masa muda dengan hal-hal yang kurang bermanfaat. Manfaatkan waktu kita saat ini untuk membentuk suatu pola pikir dan rencana kehidupan yang matang untuk meraih kesuksesan dan masa depan yang lebih baik. (end)

2 komentar: